Minggu, 28 November 2010

Pesan Singkat dari yang Terhormat

Pada hari sabtu kemarin aku ada pelajaran kesenian . waktu itu teman-temanku dipanggil satu persatu untuk membacakan puisiny didpan kelas . nahh pada waktu itu aku deg.degkan lah nunggu namaku dipanggil * masalahnya puisiku tuh ndak baguss gitu daah !!
eh eh ternyata giliranku datang juga , aku maju kedepan dan langsung membacakan puisiku itu . sederhana , tapii menurutku itu sudah istimewa , karena ak sudah tak bisa membuatny menjadii yang lebih sempurna lagi .
setelah selesai ak membacakan puisi itu , aku pun mengikuti jejak temanku yang lainnya , yaitu mengarah kepada guruku itu untuk mendapatkan nilainya .
dan ternyata guru itu memberiiku setitik pesan namun pesan itu sungguh bermakna untukku !


" kamu telah mengistimewakan seseorang , tapi sayangny orang itu masih belum seutuhnya mengistimewakan kamu . " 
ahh , lalu saya bertanya-tanya . kenapa ? kenapa ? kok tau siih apa yg ada dihatiiku waktu itu . dan dia memberiku suatu petunjuk . yaitu !


" sementara ini , kamu pendam dulu perasaanmu . ibaratkan sumur , kamu skr hanya bisa menyimpan air dalam sumur itu. ditimbun hingga meluap, dan lambat laun sang pangeranmu akan menimba air itu sedikit demi sedikit . hingga  tak kunjung selesai dia menimba air itu karena terlalu banyaknya air yang tersimpan disumur itu " 
Artinya .. 
untuk sementara ini memang aku ditakdirkan hanya untuk menanti dan menanti takdir , dimana takdirku itu berisi kasih sayang yang tulus dari seorang pangeranku yg selalu kunantikan :)
mungkin saat ini memang belum saat yang tepat untuk memilikinya . tapi kelak , dia akan menjadi milikku seutuhnya ..
ini juga teori dari temanku yang berisi " jika dia memang untukmu, maka suatu saat dia akan kembali kepadamu "


Pesan singkat ini penuh makna , petunjukkmu selalu terbayang diotakku !

4 komentar:

  1. SO SWIIIIITTTTTT sangaaaatttt aaahhh udah cenayang, so switttt makin terpesona akuuuu . *nahloo ini ngomongin sp wkwk

    BalasHapus
  2. ahha , kan yaa .
    ngomongin orang lain nek gini ..
    bukan punyaku itu yang mbk intan omongin ..
    :D

    BalasHapus