Awalnya aku percaya , awalnya aku senang, awalnya aku merasa nyaman . tapii setelah semua itu sirnaa , apa yang terjadi ? kamu membalasnya dengan kata-kata pedass kepada setiap orang !! setelah sekian lama aku menutupi seluruh keburukanmu , dan ternyata apa ? ahh semuanya hanya bualaan ..
satu kali kau membuat kesalahan , aku memaafkan . lalu kau membuat kesalahan yang kedua kali , aku pun tetap memaafkanmu dan teah memberimu peringatan supaya tak terulang untuk yang ketiga kalinya .
aku pun percaya dengan omonganmu , aku percaya kamu bisa melakukannya . karena kamu sudah mengetahui sifatku yaitu " jika tak suka , maka tak suka " .. yaa , aku percayaa ..
tapii , kamu membuat kesalahan untuk yang ketiga kalinya sehingga membuat semuanya kacau . semuanya resah akan sikabmu , bukan hanya padaku tapi juga semua orang lain disekitar kita .
aku berusaha untuk selalu menenangkan diri , supaya aku tak dapat marahh kepadamu . aku berdiam dirii . aku diam dan hanya diam melihat sikabmu yang semakin menjadi-jadi .
aku ingin berkeluh kesah tentangmu kepada sahabatku , tapi aku tau aku tak mungkin berani untuk menceritakannya .
dan pada suatu hari , aku pun mendapat beberapa teguran dari orang lain tentang keresahan mereka karena sikabmu yang semakin menjadi-jadi .
yang awalnya aku tak percaya mendengar semua itu . aku tak percaya bahwa kamu telah mencelaaku didepan orang lain .
aku maraah , aku kesal kepadamu . aku sungguh kecewa ..
ternyata dibalik semua itu kamu telah memfitnahku . kamu membuat cerita yang berbeda hingga aku disalahkan oleh banyak pihak . sungguh MENARIK skenario yang telah kamu buat dan kamu lakukan ..
* give applause :D
ternyata kamu HEBAT .. ya ya ya , kamu hebat karena telah menghipnotis banyak orang untuk mempercayai tentang ceritamu itu .
pada saat itu juga aku sudah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu saat ini .. ternyata hatimu BUSUK . tak seperti yang kubayangkan .
aku sudah cukup mengenalmu sampai hari ini saja .
kenapa aku bisa gitu ? karena kamu tega , tak ada setitikpun kata maaf yang terlontar dari mulutmu . hanya tawa kecil hina yang telah kau berikan padaku .
loh kenapa dek?
BalasHapus